Apa Itu Saham? Pengertian, Manfaat, dan Risiko Bagi Investor

Gue cukup yakin Lo udah familiar dengan kata “saham” ini.

Dalam tiga tahun terakhir, gue merasa kalau saat ini literasi keuangan dan investasi di Indonesia sedang berada di puncak popularitas. Mungkin hype-nya mulai muncul dari akun Instagram Jouska yang cukup aktif sharing tentang keuangan.

Gen Millenial dan Gen-Z mulai melek soal keuangan. Internet dan social media jadi faktor kunci. Sekarang apa-apa udah lewat internet. Dari Lo mulai belanja sampai ngobrol sama teman bisa lewat internet.

Di satu sisi internet bermanfaat ketika kita ingin mengetahui sebuah informasi. Tapi di sisi lain, internet buat kita jadi lebih boros.

Ditambah lagi dengan adanya e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee yang memudahkan kita belanja suatu barang, tinggal klik dari hp langsung sampai ke rumah.

Makanya, mau gamau kita dituntut bisa mengelola keuangan. Mulai dari mencatat pemasukan/pengeluaran sampai membuat planning keuangan di masa depan.

Dana pensiun dan dana pendidikan anak jadi contoh dana yang harus disiapkan dari jauh-jauh hari.

Salah satu tools yang cukup membantu untuk mencapai planning dana tersebut adalah dengan berinvestasi.

Investasi ini diibaratkan seperti sebuah kendaraan, membantu Lo untuk mencapai tujuan dengan lebih cepat. Gue coba ilustrasikan seperti ini :

1. Menabung di bank
Menabung di bank itu seperti orang yang lagi jalan kaki. Bisa sih sampai ke tujuan, TAPI, butuh waktu yang lama. Bahkan, Lo mungkin bisa menghabiskan waktu berhari-hari atau bertahun-tahun lamanya tergantung seberapa jauh jaraknya.
2. Investasi
Gue ilustrasikan investasi ini sebagai mobil. Lebih cepat dibandingkan jalan kaki. TAPI, ketika Lo memutuskan untuk menggunakan mobil, Lo pasti paham ada risiko kecelakaan di jalan. Kemungkinan selamat masih tinggi sekitar 50%.
3. Bisnis
Sedangkan bisnis, Lo akan sampai tujuan lebih cepat. TAPI, risiko kecelakaannya jauh lebih besar dan kemungkinan selamatnya pun kecil.

“High Risk, High Return”.

Investasi itu banyak jenisnya. Mulai dari investasi berbentuk fisik (properti, tanah, dll) sampai berbentuk paper asset (obligasi, saham, deposito). Nah, salah satu investasi yang menurut gue cukup booming belakangan ini adalah investasi saham.

Sebenernya saham itu apa sih?

Investasi Favorit Anak Muda : Saham

Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau institusi dalam suatu perusahaan atau badan usaha.

Dengan memiliki saham, maka Lo dianggap sebagai pemilik perusahaan serta berhak atas pendapatan dan aset yang dimiliki perusahaan. Lo juga boleh ikut Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) juga.

“Terus, Darimana kita dapat keuntungannya?”

Dalam investasi saham, Lo akan dapat keuntungan dari dua sumber : Capital Gain dan Dividen.

Lo dapet keuntungan dari capital gain ketika ada selisih antara harga beli dengan harga jual.

Contohnya Lo beli saham BBRI di harga Rp 3,000/lembar dan Lo jual di harga Rp 4,000/lembar. Maka, Lo dapet keuntungan sebesar Rp 1,000/lembar.

Kedua, Lo juga bisa dapet keuntungan dari dividen.

Dividen adalah pembagian keuntungan dari perusahaan yang dibagikan kepada para pemilik saham. Jika Lo megang suatu saham sampai batas waktu tertentu, maka Lo berhak atas dividen tersebut.

Dividen dibagikan setelah adanya persetujuan dari RUPS dan besarnya dividen tergantung seberapa besar keuntungan yang didapat perusahaan.

Biasanya dividen dibagi tiap tahun. Tapi, tergantung kebijakan tiap perusahaan. Ada yang memutuskan untuk memberikan laba perusahaan ke pemilik saham, ada juga perusahaan yang ga bagi dividen.

Perusahaan yang ga bagi dividen biasanya mereka sedang merugi atau bisa jadi perusahaan butuh dana tambahan untuk ekspansi bisnis.

“Ada risikonya ga sih di saham?”

Pastinya ada. Setiap investasi pasti ada risiko. Kalo ada yang nawarin investasi dengan keuntungan yang tinggi dan tanpa risiko Lo harus hati-hati. Bisa jadi itu investasi bodong.

Risiko Investasi Saham

Gue membaginya jadi 3 risiko yang berpotensi membuat Lo kehilangan uang.

1. Risiko kehilangan uang 100%

“Hah investasi saham bisa kehilangan uang 100%?”

Yap ketika Lo berinvestasi di pasar modal, risiko paling tinggi yang dihadapi adalah kehilangan semua uang Lo walaupun sebenarnya kejadian ini jarang terjadi juga sih.

Case ini terjadi ketika perusahaan yang Lo invest bangkrut. Makanya, penting untuk analisis perusahaan dulu sebelum memutuskan buat beli sahamnya.

Tapi tenang aja, selama kinerja perusahaannya tumbuh tiap tahun dan hutangnya masih sanggup dibayar, maka kecil kemungkinan perusahaannya akan bangkrut.

2. Risiko saham delisting

Ketika saham itu delisting (dihapus dari bursa efek), seorang investor dipaksa untuk menjual saham tersebut dengan kesepakatan. Bisa jadi kondisinya Lo sedang rugi di saham itu atau sedang profit.

Banyak hal yang menyebabkan suatu perusahaan delisting. Bisa jadi perusahaan sedang tersangkut kasus hukum, kinerja perusahaan yang terus memburuk, atau permintaan dari perusahaan.

“Emang ada perusahaan yang request delisting?”

Ada. Contohnya PT Aqua Golden Mississippi (Aqua). Bulan April 2011, Aqua secara resmi keluar dari bursa efek dan menjadi perusahaan tertutup. Padahal kinerja keuangan mereka cukup bagus.

3. Risiko fluktuasi harga

Berbeda dengan reksadana pasar uang dan obligasi yang grafik harganya konsisten naik, harga saham sangat fluktuatif. Bahkan dalam sehari bisa jadi saham Lo naik/turun sampe 10%.

“Kok bisa?”

Harga saham itu kaya Lo lagi jualan, harganya mengikuti supply dan demand. Kalo demand tinggi, maka harga sahamnya akan naik, begitupun sebaliknya.

black and silver laptop computer
Source : Markus Winkler

Kondisi inilah yang biasanya dimanfaatin para trader buat meraup cuan dari selisih harga jual dan harga beli.

Kalau Lo berniat investasi jangka panjang, maka Lo gausah terlalu ambil pusing sama fluktuasi harga. Selama Lo yakin perusahaan punya kinerja yang bagus, maka harga sahamnya akan terus naik di masa depan.

Harga saham akan mengikuti kinerja dari perusahaan dalam jangka panjang.


Oke, itu tadi penjelasan terkait investasi saham. Buat Lo yang lagi belajar tentang saham, teruslah belajar. Selama Lo terus belajar, maka cuan akan mengikuti.

Ohiya, Lo bisa dapetin konten terkait investasi di instagram gue @prasetyyoo. Disana gue banyak sharing tentang investasi saham juga.

Salam Cuan!