Revolusi Industri 4.0, Bertahan atau Tergantikan?

Akhir-akhir ini lo sering denger kata revolusi industry 4.0 ga sih? revolusi? emang apa yang berubah? Pertanyaan ini pasti sering muncul dikepala lo apalagi yang masih belum paham tentang kondisi perkembangan teknologi dunia saat ini.
Saat ini, kita memasuki era dimana teknologi berkembang secara cepat. Sekarang hidup semakin mudah semenjak adanya perkembangan teknologi. Lo mau makan tapi males keluar ada yang namanya go food, sekarang belanja bisa lewat smartphone, dan lain-lain.
kemajuan teknologi selain berdampak pada daily activities lo sehari-hari, juga berdampak pada perubahan wajah perekonomian khususnya sektor industri dan perdagangan. Jadi apa hubungannya revolusi industri 4.0 dengan perekonomian?

Apa itu revolusi industri 4.0?
Istilah ini pertama kali muncul pada tahun 2012, ketika pemerintah Jerman memperkenalkan strategi pemanfaatan teknologi yang disebut Industrie 4.0. Ini merupakan salah satu proyek Germany’s High-Tech Strategy 2020. Dari hal tersebut, lalu muncul istilah revolusi industri 4.0 dimana kata ‘revolusi’ digunakan untuk menunjukkan perubahan yang sangat cepat dan bersifat disruptive (merusak tatanan lama yang sudah ada selama bertahun-tahun). Sedangkan kata 4.0 menandakan urutan kejadian revolusi industri yang pernah ada.

1. Revolusi Industri 1.0

Terjadi pada abad 17 sampai awal abad ke-18, terjadi perubahan industri dari tenaga manusia ke mesin akibat penemuan tenaga uap oleh para ilmuwan. Revolusi industri 1.0 menandai hadirnya industri manufaktur dalam skala masif. Pabrik-pabrik yang memproduksi benda kebutuhan kita seperti sabun, motor, hingga lemari bisa ada sekarang karena adanya revolusi industri ini.

2. Revolusi Industri 2.0

Terjadi pada pertengahan abad ke-18  dimana revolusi ini ditandai dengan pemanfaatan tenaga listrik untuk mempermudah serta mempercepat proses produksi, distribusi, dan perdagangan. Simbol penting yang menandai era ini adalah produksi berjalan yang dimulai oleh pabrik mobil Ford. Akibatnya banyak pabrik mobil tutup karena kalah bersaing dari 250 perusahaan menjadi 20 perusahaan. Pabrik-pabrik manufacturing di Indonesia sampai saat ini masih menggunakan prinsip ban berjalan.

3. Revolusi Industri 3.0

Revolusi ini disebut sebagai revolusi informasi dimana terjadi ledakan informasi digital. Berawal dari ditemukannya PLC (Programmable Logic Controller) sehingga mesin industri dapat berjalan sendiri dan menyebabkan biaya produksi makin murah. Selain itu, terjadi perubahan dalam segi informasi digital. Saat ini, lo udah gausah beli kaset kalo mau dengerin musik tapi bisa lewat musik digital. Dalam dunia fotografi juga, ambil foto lebih mudah karena sudah ada kamera digital tidak perlu memakai kertas film sebagai medianya. Revolusi ini dimulai pada tahun 1960 an hingga 2010. Personal computer, internet, smartphone menjadi penanda revolusi 3.0

4. Revolusi Industri 4.0

Revolusi ini ditandai dengan Robot, artificial intelligence, machine learning, biotechnology, blockchain, internet of things (IoT), driverless vehicle. Para karyawan pembuat mobil akan digantikan oleh robot. supir taksi digantikan oleh driverless car, kurir JNE akan digantikan drone, Bank akan digantikan smartphone dan blockchain, lalu artificial intelligence akan membantu anda memesan makan siang via go food dan bisa juga mencarikan lo pacar kalo lo jomblo. *di tulisan gua selanjutnya, gua bakal bahas lebih detail tentang elemen di industri 4.0.

1st Revolution : steam engine
2nd Revolution : mass production
3rd Revolution : internet
4th Revolution : Artificial Intelligence & Genomics

Melalui penerapan teknologi modern, sektor industri ga lagi cuma fokus sama pengembangan usaha dan peningkatan laba aja, tapi juga dalam pendayagunaan dan optimalisasi setiap aktivitas.

sekarang yang Jadi pertanyaannya adalah siapkah lo menghadapi gelombang revolusi industri 4.0?

Improve your skills before you’re replaced.