Venezuela, Negara yang Hancur Karena Subsidi

Sebenernya subsidi itu baik ga sih buat rakyat?

Sebelum masuk kesitu gua mau cerita dulu nih tentang suatu negara yang terkenal sama Miss Universe nya yaitu Venezuela.

Venezuela adalah negara penghasil minyak bumi terbesar di dunia yang memiliki cadangan minyak bumi sebesar 297 milyar barel dimana cadangan minyak tersebut ngalahin negara Arab Saudi yang terkenal sebagai negara penghasil minyak bumi terbesar yaitu sebesar 265 milyar barel

Dengan cadangan minyak sebanyak itu, otomatis Venezuela manjain rakyatnya dengan cara melakukan subsidi besar di sektor bahan bakar minyak (BBM) dalam rentang tahun 2000–2013 dimana harga BBM nya cuma 1 sen USD per liter atau Rp 140 per liter (gilak, murah banget ga sih). Bisa dibilang Venezuela ini jadi “surga dunia” karena rakyatnya dimanjain pemerintah dari subsidi.

Tapi, mulai tahun 2014 atau selang 1 tahun, Venezuela berubah 180 derajat dari “surga dunia” jadi “neraka dunia”. Venezuela dilanda krisis ekonomi hebat bahkan sampe sekarang (tahun 2018) krisis ini masih belum reda.

Kebijakan Ekonomi Hugo Chavez (1954–2013)

Sebelum masuk ke masalah krisis yang dialami Venezuela, gua bahas dulu tokoh dibalik kebijakan tersebut yaitu mantan presiden Hugo Chavez yang berkuasa dari tahun 1999–2013. Hugo Chavez merupakan mantan tentara yang berperan aktif dalam kudeta dan memenangkan pemilu presiden tahun 1999 setelah melakukan kampanye dengan menjanjikan keadilan sosial dan pemberantasan kemiskinan. Niat nya sih baik buat merangin kemiskinan lewat berbagai kebijakan yang manjain rakyatnya dengan berfokus pada pendapatan produksi minyak bumi mereka yang besar.

Beberapa kebijakan-kebijakan yang dilakukan Chavez, yaitu menurunkan harga BBM hingga 1 sen USD, subsidi makanan, perumahan, subsidi kesehatan dengan impor banyak dokter dari kuba, dan melakukan perekrutan besar-besaran di perusahaan produsen minyak mereka (kaya pertamina kalo di Indonesia) bernama PDVSA (Petroleos de Venezuela S.A.) dimana mereka berharap dapat nurunin angka pengangguran dan kemiskinan. Kaya banget ga sih mereka dan kebijakan itu jadi permbicaraan besar di seluruh dunia.

Selain itu, Chavez juga melakukan kebijakan menasionalisasikan perusahaan-perusahaan swasta, dari yang skala nya kecil sampe besar. Dari perusahaan air sampai perbankan diakuisisi pemerintah sehingga semua karyawan swasta otomatis jadi PNS yang dibayar lewat APBN. Gara-gara itu, kegiatan ekonomi dipusatkan ke tangan pemerintah sehingga sektor swasta semakin dikit jumlahnya.

Chavez percaya bahwa cara untuk menciptakan keadilan sosial adalah dengan mengendalikan semua kegiatan ekonomi dibawah kendali pemerintah.

Akibat kebijakannya, Venezuela berhasil menekan angka kemiskinan dari 60% jadi 30%. Segalanya jadi murah dan berpihak pada rakyat kecil. Sayangnya, itu cuma efek jangka pendek aja dan bakal jadi bom waktu yang siap untuk meledak. Dampaknya baru kerasa di tahun 2008 dimana pengeluaran Venezuela membengkak 200%.

tahun 1998 sebesar $12,3 miliar USD
tahun 2008 sebesar $37,47 miliar USD

Pengeluaran Venezuela 1960–2012

Kalo lo perhatiin, Chavez bebanin semua sektor pada APBN dan sektor yang jadi tumpuannya cuma satu yaitu minyak bumi. Dan bom waktu tersebut akhirnya meledak.

Tragedi sejarah ekonomi yang bakal diinget rakyat Venezuela terjadi di tahun 2014. Harga minyak bumi terjun bebas dan lo pasti paham dong apa yang bakalan terjadi sama ekonomi nya mereka.

Krisis Ekonomi dan Pergantian Presiden dari Chavez ke Maduro

Pada 15 Maret 2013, Hugo Chavez wafat karena menderita kanker. Nicolas Maduro jadi presiden gantiin Chavez ditengah krisis yang melanda. Harga minyak yang terjun bebas membuat laba PDVSA juga terjun bebas sehingga pendapatan negara kena dampaknya (sumber pendapatan Venezuela 95% berasal dari ekspor minyak bumi). Kalo di negara lain yang jadi andalan itu sektor pajak, tapi Chavez lebih memilih sektor minyak bumi. Lalu, akibat dari Chavez menasionalisasikan perusahaan swasta, negara jadi membebani APBN dengan gaji karyawan dan operasinya.

Kesalahan Fatal Nicolas Maduro

Salah satu solusi kalo negara mengalami defisit itu ya minjem uang atau hutang. Tapi, saat itu ga ada yang berani minjemin uang karena harga minyak lagi jatoh. Akhirnya Maduro membuat kebjikan yang fatal, yaitu

Mencetak uang Bolivar atau VEF (mata uang Venezuela) sebanyak-banyaknya

Harga barang naik

Kalo lo belom paham konsep dasar ekonomi, semakin banyak suatu negara mencetak uang, maka uang itu semakin ga berharga (teori permintaan-penawaran).

Sampai tahun 2018, inflasi masih terjadi di Venezuela dimana angka inflasi nya sampe 4000% yang artinya menjadi inflasi tertinggi di dunia saat ini. Gara-gara inflasi ini, masyarakat jadi kekurangan makanan sampe harus makan daging busuk, ga ada listrik, dan lain-lain. Scary. Saat ini, banyak masyarakat Venezuela migrasi massal ke negara tetangga kaya Kolombia, Peru, dan Ekuador.

Tingkat Inflasi Venezuela Tahun 2014–2017

Dari kejadian tersebut, kita tau bahwa niat baik akan jadi buruk kalo ga dibarengi sama pengetahuan yang bener. Kebijakannya emang bagus buat masyarakat sejahtera sayangnya ga dibarengi sama pengetahuan ekonomi yang bener. Venezuela lupa sejarah ekonomi yang terus berulang yaitu tidak ada harga yang naik selamanya.

Jadi menurut lo, apakah subsidi merupakan hal yang baik buat rakyat?